Teks Eksplanasi Gunung Meletus
Teks
Eksplanasi Gunung Meletus
Salah satu peristiwa alam yang dapat
terjadi kapan saja adalah gunung meletus. Meskipun memliki tanda-tanda sebelum
meletus, namun gunung berapi yang masih aktif harus tetap diwaspadai. Gunung
berapi adalah gunung yang memiliki dapur magma yang masih aktif. Bencana gunung
meletus sendiri adalah meletusnya gunung berapi karena dapur magma dalam perut
bumi (gunung) tidak lagi bisa menahan banyaknya magma yang ada. Magma adalah
cairan pijar yang memiliki suhu yang sangat tinggi. Cair yang keluar dari berut
bumi melalui gunung merapi ini disebut dengan lava. Magma tersebut keluar
karena adanya dorongan gas yang bertekanan tinggi. Tanda-tanda yang dapat
dilihat atau dirasakan bahwa sebuah gunung berapi akan meletus adalah suhu yang
ada di sekitar gunung berapi akan meningkat menjadi lebih panas, mata air yang
terletak dekat gunung menjadi kering, sering terjadi gempa berkekuatan kecil,
banyaknya tumbuhan yang layu, bahkan mati, dan tanda lain yan dapat
dilihat adalah banyaknya hewan yang tinggal di lereng gurung mulai menjauhi
gunung tersebut.
Pengelompokan gunung berapi yaitu, tipe
gunung api berdasarkan penyebab erupsi digolongkan menjadi erupsi magma, erupsi
hidro, erupsi phreatik, erupsi phreatik, phreato-magmatik. Sedangkan
berdasarkan banyaknya celah pada permukaan bumi dan waktu keluarnya magma
dibagi menjadi empat yaitu, erupsi linear, erupsi sentral, erupsi campuran, dan
erupsi areal.
Setelah meletusnya Gunung Sinabung di Dataran Tinggi
Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini giliran Gunung Kelud di Kabupaten
Kediri, Jawa Timur mengeluarkan laharnya. Gunung Sinabung telah 'mendahului'
sejak bulan September 2013 sedangkan Gunung Kelud baru meletus Kamis (13/2)
pukul 22:50 WIB. Letusan Gunung Kelud diikuti dengan semburan lava dan kilatan
petir. Salah satu warga Pare, Kabupaten Kediri, Anita Erie, mengaku rumahnya
sedang terkena hujan kerikil. Padahal, jarak sumber letusan ke rumahnya sekitar
25 kilometer. Hal itu menandakan erupsi Gunung Kelud sangat kuat memuntahkan
segala isi dalam perut bumi. Pihak berwenang telah membatasi jarak agar
masyarakat tidak mendekati dan menjauhi zona berbahaya namun dampak yang juga
terasa adalah munculnya hujan abu vulkanik hingga puluhan kilometer dari
lokasi. Bagaimana sebenarnya sebuah gunung dapat meletus (erupsi)?
Gunung Kelud memiliki ciri khusus dengan adanya danau
kawah yang terisi oleh air. Air ini dapat menjadi sumber tekanan yang
meyebabkan letusan selain tekanan magma dari dalam.
1.
Status AWAS.
Pada saat
status awas, aktivitas magma dari dalam bumi ini diketahui dari naiknya suhu
kawah dan adanya getaran-getaran gempa volkanik. Temperatur magma yang sangat
tinggi ini akan mendekati sumbat yang menyebabkan air memanas.
Proses
pemanasan ini juga akan mungkin diikuti dengan adanya rekahan-rekahan akibat
tekanan magma, rekahan ini akan sangat mungkin menyebabkan bocornya danau.
Kebocoran danau ini tentunya menyebabkan air danau menjadi uap dibawah kawah
yang juga akan menambah tekanan dari dalam.
2. Awal Letusa Hidrovolkanik
Apabila
jumlah air yang bocor masuk ke dalam sudah sangat banyak akan sangat mungkin
menimbulkan letusan akibat air yang mendidih. Letusan ini sering disebut
sebagai letusan hidrovulkanik. Letusan ini memang akan banyak dijumpai pada
gunung api yang berada di laut, misalnya Gunung Krakatau, dan gunung-gunung api
di Hawai.
Sangat
mungkin yang terjadi saat ini adalah letusan-letusan awal akibat proses ini.
Sangat mungkin terdengar dentuman-dentuman serta longsoran-longsoran dinding.
Kalau saja
tekanan magma ini terus menerus mendorong maka proses letusan akan berlanjut ke
proses selanjutnya.
3. Letusan Semi Magmatik
Pada saat
semua air di danau habis masuk dan bercampur dengan magma membara yang
menyembul dari dalam, akan terjadi proses perubahan fase air menjadi uap secara
mendadak. tentunya kita tahu ketika terjadi eprubahan fase ini maka akan
terjadi perubahan tekanan.
Temperatur
magma ini rata-rata sekitar 600 °C hingga 1,170 °C (1110–2140 °F). Sehingga air
yang terkena magma panas ini akan serta merta menjadi uap dalam sekejap.
Tekanan uap air ini akan sangat besar dan mampu menggetarkan dan bahkan
melemparkan material-material vulkanik diatasnya. Sumbat kawah serta kerikil
dan pasir yang berada disekeliling kepundan akan mungkin terlempar keluar.
Pada saat
ini juga akan terjadi ketidak seimbangan landasan atau fondasi dari
dinding-dinding kawah. Munculnya retakan-retakan pada dinding kawah ini akan
membuat dinding kawah runtuh. Dapat saja runtuh kedalam maupun keluar kerucut
gunung api. Tergantng dari arah retakan yang terbentuk.
Sangat
mungkin letusannya akan sangat besar, dan sering disebut phreatic
eruption. Air yang terpanaskan ini dapat saja akhirnya keluar melalui jalan
lahar. Karena aliran air berncampur pasir, kerikil dan lumpur ini panas maka
disebut lahar panas.
4. Letusan Magmatik
Ketika
letusan preatik (preathic eruption) terjadi bersamaan dengan aktifitas
magmatik, maka akan sangat mungkin letusannya sangat dahsyat. Namun kalau saja
letusan semi magmatik di atas dihabiskan terlebih dahulu kemudian diikuti
dengan letusan magmatik, maka mungkin letusannya tidak optimum.
Ketika
letusan magmatik terjadi maka magma dari dalam akan sangat mungkin keluar
melalui kepundan. Juga seandainya ada rekahan yang ditimbulkan mungkin saja
magma meleleh dari samping.
Selain
adanya aliran lava itu, letusan-letusan ini akan melemparkan material volkanik
berupa batu kerikil, hingga abu volkanik ke udara.
Menurut data
sejarah letusan dari Smithsonian, ada beberapa karakteristik jenis letusan
yang pernah terjadi di gunung Kelud di antaranya:
- – Crater lake eruption, letusan dari kawah
- – Explosive eruption, letusan berupa ledakan
- – Pyroclastic flow(s), aliran material-material volkanik termasuk awan panas
- – Phreatic explosion(s), ledakan akibat bercampuran air kedalam magma
- – Lava dome extrusion, lelehan lava atau magma cair pijar yang keluar dari kepundan.
- – Mudflow atau lahar, aliran material volkanik bersama dengan air
Kerak bumi adalah lapisan tipis
batuan padat (10 hingga 70 Km) yang mengambang di lapisan lebih tebal dari
batuan cair, mantel, di mana batu berada pada suhu 1100-1200° C di lapisan
paling dangkal dan lebih panas dan semakin panas dengan meningkatnya kedalaman.
Batuan cair ini adalah cairan magma yang keluar dari gunung berapi pada permukaan
kerak bumi dan menjadi batu lava ketika membeku.
Kerak bumi memberikan sebuah tekanan
besar pada mantel magma yang cenderung terhadap keuntungan pada setiap titik
lemah yang berada di atas kerak bumi, yang terbentuk oleh beberapa patahan,
untuk naik dan keluar di atas permukaan. Gunung berapi dengan bentuk kerucut
yang khas terbentuk menjadi banyak lapisan dari letusan lava terpadatkan selama
ratusan ribu tahun. Hal tersebut merupakan kehidupan normal gunung berapi. Letusan
magma mereda oleh gas-gas terlarut di dalamnya, terutama karena magma melintasi
lapisan kerak bumi dan mendekomposisi bagian dari batuan di sepanjang jalan.
Jadi magma jenuh di bawah tekanan besar dengan gas-gas seperti CO2, SO2, HCl,
HF, H2O, H2 dan lainnya. Ketika magma naik sepanjang lubang utama dari gunung
berapi, tekanan berkurang dan gas terpisah dari magma membentuk gelembung. Ini
cenderung untuk naik ke atas dan meningkatkan tekanan yang diberikan ke atas
oleh lava.
Penting untuk diketahui bahwa magma
meletus dari gunung berapi tidak datang langsung dari mantel, tetapi dari ruang
magmatik besar atau "kaldera" dan terletak di dalam kerak bumi.
Kaldera tersebut terletak pada beberapa kilometer di bawah gunung berapi,
langsung berhubungan dengan kawahnya.
Viskositas magma sangat penting
untuk menjelaskan letusan gunung berapi karena sangat bervariasi. Magma yang
paling kental membentuk gunung berapi di mana batuan cair cenderung memadat
segera setelah letusan atau bahkan sebelum keluar dari kawah. Akibatnya, magma
ini cenderung menyumbat vulkanik menyumbat lubang dengan tutup dari magma padat
pada akhir setiap letusan. Kesimpulan untuk setiap letusan eksplosif hanya
merupakan langkah pertama menuju letusan berikutnya, walaupun terjadi setelah
beberapa abad, bahkan tekanan dari dasar magma dan gas, cepat atau lambat
cenderung membuat tutup tersebut meledak sehingga letusan dari gunung berapi
biasanya mendadak dan eksplosif, setelah periode waktu panjang yang tenang.
Kerasnya letusan di daerah
sekitarnya dipicu oleh ledakan yang disebabkan oleh gas-gas yang dilepaskan
dengan keras oleh magma yang sangat kental, bergerak bersama sejumlah abu,
bara, dan puing-puing yang berasal dari bagian-bagian dari gunung yang hancur
oleh ledakan. Ini membentuk awan gas panas yang tinggi dan besar dan partikel
padat yang dapat runtuh pada sisi-sisi gunung berapi dan membentuk awan dari
abu dan gas yang membakar segala sesuatu di sepanjang jalan mereka.
Gunung meletus adalah
salah satu peristiwa alam yang terjadi secara alamiah. Kita sebagai manusi
tidak dapat mencegah sebuah gunung untuk tidak meletus. Kita hanya dapat mencegah
terjadinya akibat yang buruk dari letusan gunung. Sehingga, kita perlu
mencermati tanda-tanda dari gunung yang akan meletus. Namun, tidak semua gunung
sering meletus. Hanya gunung berapi yang masih aktif yang perlu diwaspadai.
Namun, kita juga harus tetap waspada dengan tanda-tanda yang mungkin
menunjukkan bahwa gunung tersebut masih aktif. Kita perlu mewaspadai dampak
negatif dari letusan gunung, seperti tercemarnya udara akibat abu vulkanik,
aktifitas penduduk sekitar akan terganggu untuk sementara, dan lain-lain. Meski
demikian, ada juga beberapa dampak positif yang dapat kita ambil setelah
terjadinya letusan unung berapi, yaitu tanah yang dilalui hasil vulkanis
menjadi lebih subur, mata pencaharian bagi penambang pasir, munculnya
mata air panas, serta objek lain pada kawasan puncak Gunung Kelud sejak
tahun 2004 hubungan jalan darat telah diperbaiki untuk mempermudah para
wisatawan serta penduduk. Gunung Kelud telah menjadi objek wisata Kabupaten
Kediri dengan atraksi utama adalah kubah lava. Di puncak Gajahmungkur
dibangun gardu pandang dengan tangga
terbuat dari semen.
Pada malam akhir pekan, kubah lava diberi penerangan lampu berwarna-warni.
Selain itu, telah disediakan pula jalur panjat
tebing di puncak Sumbing, pemandian air
panas, serta flying fox.
Gunung Kelud merupakan gunung api
strato andesitik yang tergolong masih aktif. Selama abad 20 telah terjadi 5
kali letusan masing masing pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966 dan 1990. Gunung
Kelud memiliki ciri khusus dengan adanya danau kawah yang terisi oleh air. Air
ini dapat menjadi sumber tekanan yang meyebabkan letusan selain tekanan magma
dari dalam.
Gunung Kelud memiliki 2 ciri letusan
yaitu : Letusan semi magmatik merupakan letusan freatik yang terjadi akibat
penguapan air danau kawah yang merembes melalui rekahan pada dasar kawah yang
secara serentak kemudian dihembuskan ke atas permukaan. Jenis letusan ini
umumnya mengawali aktivitas gunung Kelut terutama memicu terjadinya letusan
magmatik.
Letusan magmatik merupakan letusan
yang menghasilkan rempah- rempah gunungapi baru berupa lava, jatuhan
piroklastik, dan aliran piroklastik. Letusan magmatik yang terjadi umumnya
bersifat eksplosif yang dipengaruhi penambahan kandungan gas vulkanik disertai
meningkatnya energi letusan terutama energi panas.
Secara morfologis, Gunung Kelud
dapat dibedakan menjadi lima satuan morfologi (Wirakusumah, 1991), yaitu:
Satuan morfologi Puncak dan Kawah; Satuan Morfologi Tubuh Gunung Api; Satuan
Morfologi Kerucut Samping; Satuan Morfologi Kaki dan Dataran, serta Satuan
Morfologi Pegunungan sekitar.
Komentar
Posting Komentar