Cerita Kerbau dan Burung Pipit
Kerbau dan Burung Pipit
Karya : Fahrudin Bustomi
Hiduplah
Jelli di sebuah alam. Kehidupan yang tak adil membuat ia merasa sangat kesepian
dan gatal-gatal. Banyak kuman yang membebani hidupnya, dan akhirnya membuat ia
gatal-gatal sehingga sangat mengganggu dirinya. Tetapi, tidak ada yang bisa
dilakukan Jelli untuk mengurangi rasa gatal tersebut.
Pada
suatu ketika sering teman-teman Jelly yang datang untuk membantu membersihkan
kuman-kuman yang berada dalam dirinya tersebut. Pembersih kuman itu bernama
Doni, Tata, dan Tiko. Mereka lah yang selalu menemani kesunyian Jelly dan
selalu membantunya untuk menghilangkan gatal-gatal dari tubuhnya tersebut.
Canda
dan tawa yang selalu mereka lakukan ketika mereka membersihkan kuman-kuman
tersebut dari kulitnya yang tebal itu. “Hahaha... cukup sudah” kata Jelly
sambil tertawa karena tergelitik.
“Tenang
saja Jelly, tubuhmu akan kubersihkan, dan kami akan kenyang” kata Tata sambil
melatuk paruh mengarah pada kulit tebal Jelly.
“Jelly,
kenapa tubuh besarmu itu selalu kotor?” kata Tata. Jelly menggelengkan
kepalanya dan berdiri, karena tidak pasti. “ Tidak tahu, mungkinkah kebiasaanku
ini yang selalu berjemur di dalam air dan merendam badanku ini.
Jelly
adalah kerbau yang selalu berkubang ke lumpur untuk menghilangkan rasa panas
dari tubuhnya. Jelly sangat beruntung mempunyai teman yang selalu membantunya
untuk membersihkan kuman yang ada pada tubuhnya.
Sekarang
adalah musim panas, dimana banyak hewan yang sedang mencari tempat tinggal
untuk bisa mendapatkan sumber air. Begitu juga Jelly yang selalu berkubang ke
air untuk menghilangkan rasa panasnya.
Pernah
suatu ketika Doni, Tata, dan Tiko yang sedang mencari Jelly untuk membersihkan
kuman dari badannya. Tapi sayang apa yang mereka cari kini tidak ada. Sampai
mereka pun juga mencari Jelly dimana-mana juga tidak bertemu.
“Kini
banyak hewan yang mencari sumber air”kata pipit. Doni teman Jelly yang selalu
bermain dengannya, kini kesepian karena tidak bisa bertemu dengan Jelly.
Rasa
rindu juga dirasakan Jelly. Ditambah lagi tubuhnya yang semakin panas karena
sedikitnya sumber air di alam ini karena terjadinya musim panas. Apalagi badan
Jelly yang diserang banyak kuman-kuman yang menggigit tubuhnya.
Sempat
terbayang dalam kehidupan Jelly sampai akhirnya Jelly tersenyum tipis karena
teman-temannya tidak bisa mematuki kuman-kuman yang berada di badan Jelly.
Doni,
Tata, dan Tiko sempat berpikir apa penyebabnya Jelly tidak berada ditempat
biasanya. Tapi, seekor kupu-kupu datang dan memberi kabar tentang keberadaan
seluruh hewan termasuk Jelly. Kupu-kupu berkata “Jelly dan anggota kelompoknya
sudah pindah di suatu tempat yang banyak sumber airnya serta banyak makanan
yang berlimpah di sana, karena tempat yang dulu sekarang sudah kekeringan”.
Setelah
mendengar berita tersebut Doni, Tata, dan Tiko kemudian memutuskan untuk pergi
mencari tempat lain untuk mendapatkan makanan. Jelly tahu dia sedang menghadapi
masalah. Sekujur tubuhnya ini sangatlah terasa gatal. Ditambah lagi tidak ada
yang menolong Jelly untuk mengatasi hal yang mendesak seperti ini.
“Jelly,
kenapa kamu murung?” tanya Soni, seekor kerbau yang selalu berendam di air
bersama dengan Jelly.
“Tubuhku
gatal, dan aku sangat sedih” keluh Jelly.
“Sedih?
Kamu sedih kenapa Jel?” kata Soni.
Jelly
semakin cemberut dan sangat menyesal sekali. “Iya aku sangat sedih, karena aku
tidak bisa bertemu dengan burung-burung yang selalu membersihkan kutu yang ada
di badan besarku ini. Dan mereka adalah sahabatku yang paling baik, karena dia
selalu membantuku untuk menghilangkan rasa gatal-gatal yang ada di tubuhku
ini”.
“Sudahlah
jangan lah kamu bersedih, alangkah baiknya jika kamu bersabar dulu dan siapa
tahu kamu akan menemukan teman-temanmu itu Jel” kata Soni.
“Dan
sayangnya aku tidak bisa membantumu dalam masalah ini”.
“Mereka
semua adalah teman bahkan sahabat terbaikku. Ketiga burung itu yang selalu
membantuku di saat aku membutuhkan mereka. Tetapi kali ini tidak” dengan cemberutnya
jelly.
“Waktu
demi waktu dilakukannya dengan bermain bersama, bersenda gurau, dan di saat
mereka memakan kutu menggunakan paruhnya itu sehingga membuat badanku menjadi
geli” lamun Jelly.
“Memangnya
apa yang biasanya kamu lakukan bersama mereka, sehingga kamu sangat sulit untuk
melupakannya?” tanya Soni.
“Mereka
yang biasanya mematuki tubuhku ini dan menghilangkan kutu-kutu yang berada di
badanku ini, dan membuat tubuhku menjadi bersih kembali”. Senyum Jelly.
“Oh,
jadi begitu ya ceritanya” sambil tersenyum.
“Jelly
merasa sangat putus asa. Sinar matahari kini sangatlah panas dan membuatnya
sangat haus”
“Tapi
jangan khawatir kawan, suatu saat nanti kamu akan mendapatkan apa yang kamu
cari” teriak Soni.
Menghela
napas sebentar “Terima kasih kawanku. Kini aku sudah semakin semangat, dan aku
akan memulai mencari temanku itu supaya tubuhku ini tidak merasa gatal lagi”
Tak
lama kemudian ada burung teman dari Soni datang.
“Sinta
tolong bantu temanku ini” minta Soni.
“Siap,
aku akan membantu temanmu itu supaya kutu-kutu yang ada di badannya bisa aku
bersihkan”
Dengan
semangat dan nikmat “Enaknya, emm. Terima kasih ya Sinta karena kamu sudah
membantuku untuk membersihkan kutu-kutu yang ada di tubuhku ini sehingga
tubuhku tidak gatal kembali. Dan rasa gatal di tubuhku ini berkurang, dan
tubuhku ini menjadi bersih dan tidak kotor lagi”.
“Iya
sama-sama kawan” teriak Sinta.
“Aku
juga berterima kasih banyak denganmu Son, karena berkat kamu dan kawanmu Sinta.
Kini tubuhku merasa sangan enteng sekali, dan tubuh ini tidak terasa gatal sama
sekali” kata Jelly.
“Iya
sama-sama Jel. Dan kamu jangan bosan-bosannya untuk berbicara padaku apabila
kamu sedang ada masalah. Dan jangan sungkan apabila kamu meminta bantuan kepada
temanku Sinta untuk membantumu membersihkan kutu yang ada di tubuhmu itu”.
Teriak Soni.
“Iya,
terima kasih ya kalian semua. Berkat kalian aku merasa sangat bahagia, dan
tubuhku ini sangatlah bersih. Dan aku sangat bangga sekali memiliki banyak
teman dan mempunyai sahabat baru yang bisa membantuku dalam berbagai
masalahku”. Teriak Jelly dengan penuh bahagia.
Komentar
Posting Komentar